Minggu, 20 Februari 2011

Behind The Scene "Geng , Upin&ipin"


Tanpa disadari , film Upin&Ipin telah menyulap berjuta-juta penonton di seluruh pelosok negeri ini . Banyak penonton merasa senang dan terhibur setelah menonton film ini . 
Film yang bercerita tentang 2 orang anak kembar ini , selalu memancing tawa di setiap logat bahasa yang khas yang mereka bawa .

Selain itu ,film ini  juga merupakan salah satu contoh kemajuan tekhnologi di bidang pendidikan . Mengapa demikian ? iya , tentu saja karena film ini merupakan film animasi yang dibuat dengan menggunakan tekhnik komputer yang juga merupakan hasil karya cipta dari mahasiswa Multimedia University, Malaysia .
Mereka tentu saja terlebih dahulu  belajar memahami tekhnik-tekhnik yang akan digunakan untuk membuat film ini . 

Film yang awalnya mendidik anak-anak untuk memahami bulan Ramadhan ,kini dikemas ke dalam film yang mendidik anak-anak di dalam kehidupan sosialnya .
Di balik layar film ini , ada sederet nama-nama yang menciptakan film ini ,sehingga film Upin&Ipin ini terlihat menarik  dan tidak membosankan untuk ditonton .
Tekhnik yang digunakan di dalam film ini adalah tekhnik 3D yang dibuat dengan menggunakan program komputer yang lebih detail .

Hubungan psikologi pendidikan dengan film Upin&Ipin ini adalah ,  film ini menggambarkan bahwa dengan adanya perkembangan tekhnologi di dunia pendidikan ,dapat menciptakan berbagai hal-hal baru di segala bidang , seperti bidang perfileman , dll . Ternyata kemajuan tekhnologi di bidang pendidikan tidak hanya mempengaruhi dunia pendidikan saja. Karena kita belajarlah makanya kita dapat mengetahui kemajuan tekhnologi di segala bidang . Di balik layar film ini , juga menggambarkan bahwa pendidikan itu tidak hanya di dapatkan dari belajar di sekolah saja , tetapi juga bisa di dapatkan melalui lingkungan sekitar kita.

Selasa, 15 Februari 2011

Psikologi Pendidikan dan Tekhnologi pembelajaran (Tugas 3)

Dengan adanya revolusi tekhnologi , ternyata juga mempengaruhi segala bidang terutama bidang pendidikan . Murid-murid dewasa ini tumbuh di dunia yang jauh berbeda dengan masa ketika orang tua dan kakek mereka masih menjadi murid . Dewasa ini ,murid murid hidup di dunia serba cepat dalam menerima informasi dalam segala hal .
Di dunia yang kini berorientasi tekhnologi , kompetensi orang makin ditantang dan diperluas dengan cepat. Murid-murid yang menggunakan pembelajaran dengan tekhnologi komputer akan menghasilkan pembelajaran yang lebih eksploratif dan interaktif dibandingkan dengan murid-murid yang hanya membaca buku atau mendengar paparan deskripsinya dari guru .

Salah satu media tekhnologi yang digunakan dalam dunia pendidikan yaitu Internet . Di dalam internet ada sistem World Wide Web adalah sistem pengambilan informasi hypermedia yang menghubungkan berbagai materi Internet; materi ini mencakup teks dan grafis. Indeks Web dan mesin pencari (search engine) seperti Google ,GoTo ,Infossek, Loolsmart,Lycos,Northern light, dan Yahoo! Internet dapat menjadi alat penting untuk membantu murid belajar .

Dari revolusi tekhnologi ini, dunia pendidikan mendapatkan sentuhan dari media teknologi informasi, sehingga mencetuskan lahirnya ide tentang e-learning (Utomo, 2001)
e-Learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika, khususnya perangkat komputer (Soekartawi, 2003). Karena itu e-learning sering disebut juga dengan on-line course. Dalam berbagai literature e-learning tidak dapat dilepaskan dari jaringan Internet, karena media ini yang dijadikan sarana untuk penyajian ide dan gagasan pembelajaran. Namun dalam perkembangannya masih dijumpai kendala dan hambatan untuk mengaplikasikan sistem e-learning ini, antara lain :
(a) Masih kurangnya kemampuan menggunakan Internet sebagai sumber
pembelajaran;
(b) Biaya yang diperlukan masih relativ mahal untuk tahap-tahap awal;
(c) Belum memadainya perhatian dari berbagai pihak terhadap pembelajaran
melalui Internet dan
(d) Belum memadainya infrastruktur pendukung untuk daerah-daerah tertentu
(Soekartawi, 2003).
Selain kendala dan hambatan tersebut di atas, kelemahan lain yang dimiliki oleh sistem elearning ini yaitu hilangnya nuansa pendidikan yang terjadi antara pendidik dengan peserta didik, karena yang menjadi unsur utama dalam e-learning adalah pembelajaran.
Maka dengan melihat kelemahan dan kekurangan tersebut, para ahli berusaha menjawab fenomena ini dengan mengembangkan sistem e-education. Sistem ini telah didiskusikan secara aktif pada beberapa dekade terakhir ini. Pengembangan sistem e-education ini telah memberi inspirasi untuk mengembangkan e-media secara optimal guna percepatan pemerataan layanan pendidikan kepada masyarakat (Oetomo dan Priyogutomo, 2004). Dimana selain masyarakat memperoleh pendidikan melalui pendidikan formal, juga didukung oleh pendidikan melalui emedia,sebagai wujud dari pendidikan yang mandiri.
e-Education dengan pemanfaatan e-media, juga ditujukan untuk mengatasi persoalan elearning, dimana e-media dapat dijadikan alternative terdekekat jika tidak ada koneksi ke Internet.

Permasalahan :
> Ternyata selain efek positifnya,Internet juga memiliki efek negatif yang ditimbulkannya. Apa saja efek negatif Internet untuk anak-anak ?
> Jadi , apakah belajar menggunakan e-learning itu efektif ?

Pembahasan :
>Menurut referensi yang saya baca , dibalik perkembangan internet yang pesat, Internet juga mempunyai dampak negatif. Ada juga bahaya Internet. Khususnya bagi generasi muda seperti anak dan remaja, Internet bisa memiliki dampak negatif yang dapat merusak masa depan. Setiap anak bisa mengakses Internet langsung dari handphone maupun komputer dan laptop di dalam kamar.

* Pornografi Internet
Seorang anak yang sudah kecanduan pornografi Internet akan sulit menghentikan kebiasaannya sehingga dia akan melakukan hal tersebut berulang kali. Anak dapat merasa bersalah tetapi tidak berani mengutarakan perasaannya kepada orang-tuanya karena takut atau kesibukan ayah dan ibunya. Dalam keadaan cemas, otak berputar 2,5 kali lebih cepat dari putaran biasa pada saat normal. Akibat perputaran yang terlalu cepat ini, otak seorang anak dapat menciut secara fisik sehingga otak tidak berkembang dengan baik. Suatu keadaan yang dapat merusak masa depan seorang anak.

*

* Pemangsa Seksual
Internet juga sering dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengelabui anak-anak. Ada sebanyak 750.000 pemangsa atau predator seksual setiap hari yang memanfaatkan ruang rumpi (chatting room) untuk berkenalan, kemudian mengajaknya untuk melakukan hubungan seks.
*Kecanduan Internet
Internet juga bisa menjadi candu. Seorang anak atau remaja bisa saja ketagihan untuk berada di dunia maya. Ciri-ciri seorang anak yang sudah kecanduan Internet umumnya adalah akan marah bila Anda membatasi untuk menggunakan Internet. Dia juga cenderung enggan berkomunikasi dengan orang lain dan bersifat tertutup atau hanya mau berteman dengan orang tertentu saja.

> Menurut saya , belajar dengan menggunakan sistem e-learning kurang efektif. Mengapa demikian ? karena sistem e-learning masih banyak kekurangannya sseperti : Belum memadainya perhatian dari berbagai pihak terhadap pembelajaran
melalui Internet dan ,belum memadainya infrastruktur pendukung untuk daerah-daerah tertentu.

Demikianlah pembahasan yang saya jelaskan . Apabila ada kekurangansaya mohon maaf .
Terima kasih .



Referensi :
1.Santrock.J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media
Group

2.http://www.bloggaul.com/yannugrohosaleh/readblog/82784/peran-teknologi-dalam-pendidikan
3.http://my.opera.com/kumpulan_info/blog/dampak-negatif-internet-untuk-anak

Sabtu, 12 Februari 2011

Bagaimana pandangan dan penilaian kelompok anda sehubungan dengan kewajiban setiap mahasiswa yang mengikuti mata kuliah psikologi pendidikan 3 sks tahun ajaran 2010/2011, harus memiliki email dan blog ditinjau dari uraian psikologi pendidikan dan fenomena pendidikan di Indonesia, Medan khususnya.

Riri Amaliah 101301003
Cut Rafyqa 101301005
Rizqi chairiyah 101301007

Menurut kelompok kami ini merupakan suatu hal postif yang perlu dilakukan serta patut di apresiasikan. Pada masa sekarang ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan cepat dan pesat. Perkembangan ini mempengaruhi seluruh aspek kehidupan termasuk pendidikan. Penggunaan blog ini merupakan suatu kemajuan dan hal baru yang positif yang dapat kita lakukan dan kembangkan dimana kita mencoba menghubungkan proses belajar mengajar dengan menggunakan blog ini. Karena, selain meningkatkan pengetahuan di bidang psikologi pendidikan, di sisi lain hal ini juga dapat meningkatkan pengetahuan kita di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Selain itu tanpa harus bertatap muka untuk melakukan perkuliahan kita juga dapat melakukan banyak hal dengan blog ini. Misalnya, kita tidak harus menulis di buku panjang-panjang atau mengetik lalu mengeprint tapi kita bisa melakukannya lebih namun sederhana di blog ini! Dan yang lebih menariknya lagi tulisan kita ini dapat di baca oleh siapa saja yang membukanya sehingga tentu sangat bermanfaat.
Kita juga dapat membuka dan membaca tulisan teman-teman kita atau dosen kita sendiri, bahkan kita dapat mengomentarinya dan membalasnya sehingga tulisan ataupun tugas kita mendapat masukan sehingga untuk ke depannya kita semua menjadi lebih baik.

Perkembangan teknologi, khususnya internet dapat membantu mahasiswa dalam mencari referensi yang berhubungan dengan mata kuliah. Email dan blog juga lebih efektif dalam membantu dosen mengumpulkan dan memeriksa tugas mahasiswa. Mahasiswa tidak perlu mengeluarkan uang untuk mengeprint, memoto copy atau untuk menjilid disamping kita juga dapat menghindari global warming dengan menghermat kertas.
Segi positifnya juga adalah efisiensi waktu yang kita gunakan. Kita tidak harus meluangkan waktu banyak-banyak untuk tugas ini, kita dapat melakukannya disela-sela waktu santai kita dan yang perlu kita lakukan hanyalah mengetik dan mempostingnya.

Bila kita mengalami kesulitan dalam bahannya kita dapat mencari di internet.
Dengan penggunaan blog ini juga dapat membuat hubungan menjadi lebih baik dan akrab antara mahasiswa satu dengan lainnya yang sebelumnya hanya biasa saja bahkan dengan dosen tersebut. Kita dapat sharing dan bertukar informasi dengan mahasiswa lainnya tanpa harus bertatap muka kapan pun dan dimana saja. Blog ini juga dapat menjadi sebuah sarana untuk mempublikasikan kreatifitas mahasiswa dan dapat menginspirasi siapa saja yang membacanya.

Namun bukan berarti tidak ada dampak negatif dari penggunaan blog ini. Kita dapat menjadi lalai dan lupa waktu. Bagi penulis yang usil dan beretika rendah dia dapat saja membuat tulisan yang tidak mengenakkan untuk dibaca atau tulisan yang kebenarannya tidak dapat di pertanggungjawabkan sehingga pembaca dapat menangkap informasi yang salah.

Namun disamping itu manfaat dari penggunaan blog ini tentu sangat besar bila ditinjau dari uraian psikologi pendidikan dan fenomena pendidikan di Indonesia, Medan khususnya. Seperti yang kami bahas diatas. Dan tanggapan kami sebagai penulis dan pemula pengguna blog adalah sangat baik dan positif. Karena bisa saja penggunaan blog ini dapat menginspirasi dosen-dosen dari fakultas-fakultas lainnya dan mahasiswanya. Bayangkan bila semua mahasiswa melakukannya! Seluruh dunia akan terinspirasi dan memetik manfaatnya.

Demikian diskusi dan tanggapan kelompok kami tentang sehubungan dengan kewajiban setiap mahasiswa yang mengikuti mata kuliah psikologi pendidikan 3 sks tahun ajaran 2010/2011, harus memiliki email dan blog ditinjau dari uraian psikologi pendidikan dan fenomena pendidikan di Indonesia, Medan khususnya. Semoga bermanfaat.

Wassalam.

Senin, 07 Februari 2011

Psikologi Pendidikan dan Media Pembelajaran (Tugas 2)

Apa saja media pembelajaran di dalam dunia pendidikan ?

Tekhnologi telah menjadi bagian dari sekolah selama beberapa dekade ,tetapi tekhnologi masih dipakai secara sederhana dan berubah dengan lamban.Namun , kini tekhnologi berubah secara dramatis.

Dengan adanya kemajuan tekhnologi , ternyata juga mempengaruhi kemajuan di semua bidang tidak terkecuali dengan kemajuan di bidang pendidikan .
Media pembelajaran di dalam dunia pendidikan pun juga ikut mengalami kemajuan.Dewasa ini ,media pembelajaran bukan hanya dari buku pegangan saja. Tetapi , ada beberapa macam media pembelajaran di dalam seperti, buku referensi ,Internet , OHP , komputer ,dsb.

Untuk menciptakan kondisi lingkungan belajar yang efektif , perlu didukung dengan tekhnologi (International Society for Technology in Education, 2001). Guru yang efektif mengembangkan keahlian tekhnologi dan mengintegrasikan komputer ke dalam prose belajar di kelas (Male, 2003).Integrasi ini harus disesuaikan dengan kebutuhan belajar murid ,termasuk kebutuhan mempersiapkan murid untuk mencari pekerjaa di masa depan , yang akan sangat membutuhkan keahlian tekhnologi dan keahlian berbasis komputer. (Maney, 1999)

Adapun tekhnologi yang digunakan dalam pendidikan ,yaitu :
>Tekhnologi berbasis komputer;
merupakan cara-cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan perangkat yang bersumber pada mikroprosesor (CPU). Pada dasarnya, teknologi berbasis komputer menampilkan informasi kepada pembelajar melalui tayangan di layar monitor dan diperjelas dengan menggunakan infocus.
Guru yang efektif mengetahui cara menggunakan dan mengajari murid untuk menggunakan alat komunikasi melalui komputer seperti Internet. Serta , guru yang efektif memahami dengan baik berbagai perangkat penting lainnya .

> Internet , adalah jaringan global komputer dunia, besar, dan sangat luas sekali dimana setiap komputer saling terhubung satu sama lainnya dari negara ke negara lainnya di seluruh dunia dan berisi berbagai macam informasi, mulai dari text, gambar, audio, video, dan lainnya.

Dewasa ini,murid lebih banyak mencari informasi melalui media Internet.Karena akses Internet yang tiada batas , dan dapat diakse oleh siapa saja , Internet juga menimbulkan dampak negatif . Untuk itu , penggunaan media Internet harus diawasi oleh guru dan orangtua .

Referensi :
1.1.Santrock.J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media
2.http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/04/20/teknologi-pembelajaran/

Rabu, 02 Februari 2011

Bagaimana belajar dengan menggunakan prinsip Konstruktivisme ? (Tugas 1)

Belajar dengan prinsip Konstruktivisme ? Boleh dicoba !

Pada kenyataannya masalah utama dalam pembelajaran pada pendidikan formal dewasa ini adalah masih rendahnya daya serap peserta didik. Hal ini nampak dari rata-rata hasil belajar peserta didik yang senantiasa masih sangat memprihatinkan.

Guru yang efektif harus memiliki keahlian atau keterampilan mengajar .
Dalam suatu sisem belajar ada salah satu prinsip yang merupakan inti filsafat dari Willian James dan John Dewey yaitu prinsip Konstruktivisme . Prinsip ini merupakan penjelasan bagaimana pelajar dapat belajar dan membina pemahaman yang bermakna tentang alam sekeliling mereka .

Penerapan model belajar konstruktivisme menyatakan bahwa peserta didik yang aktif menciptakan struktur kognitif dalam interaksinya dengan lingkungan. Dengan bantuan struktur kognitif ini, peserta didik menyusun pengertiannya mengenai realitasnya. Struktur kognitif senantiasa harus disesuaikan berdasarkan tuntutan lingkungannya. Peserta didik tidak secara pasif menerima realitas-obyektif yang diterimanya.

Apa saja yang dituntut dari prinsip Konstruktivisme ?

> Pengetahuan dibina secara aktif oleh pelajar
> Pelajar bukan penerima pasif pengetahuan ,tetapi bertindak secara aktif .
> Pelajar mencoba mendapat pemahaman tentang pengalaman baru mereka & fenomena tersebut dengan cara membentuk atau membina makna tentang permasalahan itu .

Pada dewasa ini ,konstruktivisme juga menekankan pada kerja sama anak-anak untuk mengetahui dan memahami pelajaran .
Menurut pandangan konstruktivis , guru bukan hanya sekedar memberi informasi ke pikiran anak , akan tetapi guru harus mendorong anak untuk mengeksplorasi dunia mereka ,menemukan pengetahuan ,merenung , dan berpikir secara kritis (Brooks & Brooks ,2001)

Maka dari itu ,apabila Anda ingin menjadi guru yang efektif , maka liriklah prinsip konstruktivisme di dalam cara Anda mengajar.

Terima kasih .


Referensi :
1.Santrock.J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media
Group

2.http://www.skb-limboto.gorontalokab.go.id/html/index.php?id=artikel&kode=25